Now Playing Tracks

Bukan Untuk Siapa-siapa

dennyed:

Mungkin ini bukan cinta.
Mungkin ini cuma debar yang sama yang datang ketika tidak sengaja melihat fotonya di social media.
Mungkin ini cuma tanpa sadar senyum-senyum sendiri ketika membaca pesan singkat darinya.
Mungkin ini cuma kegelisahan yang melanda ketika kabar darinya tidak kunjung tiba.
Mungkin ini cuma kekecewaan yang biasa ada ketika ternyata apa yang kau rasa, tidak dia rasa.

Pasti ini bukan cinta.


Februari 27
— si pengharap yang sok kece

Kalau orang lain pernah mencintai dengan dalamnya, aku masih dicintai dengan dalamnya.

Dia yang bukan siapa-siapa lagi, karna kami sudah memutuskan untuk berpisah beberapa belas bulan yang lalu, masih ingin memberiku boneka idaman yang selalu aku ingini hingga rela membayar lebih karna harus berebut dengan orang lain.

Masih rela bekerja keras untuk memberiku satu tangkai mawar ungu dan sebuah kue ulang tahun untukku. Meskipun sedikit terlambat, tapi semua terasa special.

Rela mengunjungi rumahku dimalam hari dengan kondisi badan yang belum tidur dua malam, tapi tetap berkunjung karna aku merasa kesepian.

Terimakasih, sudah menyayangi ku sampai sebegininya.
Terimakasih suda tulus dengan semua yang telah kau beri.

Maaf aku tak bisa membalas semua.
❤️

Surat untuk Mr. Cabul

Hallo, kak Bul.
Maaf karna aku telah lancang menuliskan surat ini untukmu.

Ada beberapa hal yang ingin ku sampaikan tapi aku tidak berani mengatakan ini langsung kepadamu, karna aku sudah lelah mendapat respon yang mungkin bisa melukai hatiku lebih dalam.

Ya walau mungkin surat ini pun takkan terbaca olehmu.

Jadi begini kak, aku ingin kita dapat bertemu muka lebih lama, aku juga tak tahu kenapa aku ingin hal yang seperti ini, satu hal yang pasti, aku merasa kehilangan ketika kau izin untuk meninggalkan kami terlebih dahulu, atau saat sudah waktunya kita kembali ke masing-masing rumah. Memang siapa aku?
Aku memang bukan siapa-siapa mu, kak.
Mungkin aku hanyalah seorang perempuan yang sama dengan yang lain, yang mengagumimu tanpa kau gubris. Dan aku cukup tahu diri akan hal ini. Tapi tak apa, aku merasa agak beruntung, karna minimal seminggu sekali aku dapat melihat mukamu barang satu-dua jam.

Ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan, tapi kurasa itu agak berlebihan, mungkin akan kutuliskan surat yang lainnya untukmu.

Sampai bertemu lagi, kak. Rindu ini mungkin takkan pernah menemui titik habis.
Aku harap kita dapat berbincang sampai lama, berdua, karna mungkin tidak ada kata bosan untuk itu.


Salam hangat,
— yang selalu kau anggap cabul, padahal kau lebih cabul.

:’p

To Tumblr, Love Pixel Union